Read Anywhere and on Any Device!

Special Offer | $0.00

Join Today And Start a 30-Day Free Trial and Get Exclusive Member Benefits to Access Millions Books for Free!

Read Anywhere and on Any Device!

  • Download on iOS
  • Download on Android
  • Download on iOS

Maestro of Darkness: Teguh Santosa 1942-2000

Unknown Author
4.9/5 (19782 ratings)
Description:DAFTAR ISI:-Daftar isi-Kata pengantar Seno Gumira Ajidarma: Teguh Santosa Sepanjang Zaman-Kata pengantar Dhany ValiandraBAB 1-Serpihan Kenangan Menemani Bapak Sebagai Seorang Komikus oleh Dhany ValiandraMengintip Proses Kreatif Teguh SantosaKawah Candra Dimuka Sanggar Bambu..Buah Bibir PengakuanMelakonkan Cerita Komik di Tobong Ketoprak Siswo BudoyoMisteri Soundtrack Film di Komik Mencari Mayat Mat PelorTentang Komik “The Godfather” TeguhPerang Dingin Teguh Santosa vs Ganes THGalaxy Erotica Pengembaraan Sensual Seorang TeguhSensualisme Berujung PenjaraBAB 2- Teguh Santosa dan karya-karyanya oleh Dhany ValiandraMemuat daftar lengkap karya Teguh Santosa dan sampul komiknya.BAB 3-Mengingat-ingat Teguh Santosa (1942-2000) oleh SyarifuddinBAB 4- Guru dan Inspirator oleh Toni MasdionoBAB 5- Theresia Sandhora, Mat Pelor, dan Teguh Santosa oleh Abdul MalikBAB 6— Membaca “gelap-terang” Teguh Santosa oleh Iwan GunawanBAB 7- Teguh Santosa, Sang Raja Kegelapan oleh Bagus Ary WicaksonoBAB 8- Dokumentasi Penghargaan Untuk Teguh SantosaBAB 9- Profil Penulis, EditorPembaca yang Budiman,Buku itu memang menjawab banyak kerinduan dan kepenasaran penggemarnya; tetapi bagi yang baru mulai belajar kenal juga lebih dari memadai.Sangat istimewa pengungkapan kehidupan Teguh sebagai seniman cergam (Teguh tidak menggunakan istilah “komik”, tetapi “novel filmis”, sebelum terdengar istilah “novel grafis”), terutama proses kreatif dan gagasan-gagasan yang dipikirkannya, sejauh tercatat oleh putranya, Dhany Valiandra. Dari sanalah terbaca info yang tidak terlalu sering diketahui, seperti kedekatan Teguh Santosa dengan dunia ketoprak, sebagai bidang kerja artistik ayahandanya, Soemarmo Adji, yang ternyata merupakan pembentuk bagi kecenderungan naratif berlatar sejarah. (Teguh Santosa Sepanjang Zaman, Kata Pengantar Seno Gumira Ajidarma)Tentang Teguh SantosaKomikus Teguh Santosa lahir di Malang, 1 Februari 1942. Dari ayahnya Soemarmo Adji dan ibunya Lasiyem bakat seni menetes dalam darahnya. Kedua orang tuanya adalahpemilik group kesenian ketoprak tobong “ Krido Sworo” pada waktu itu. Ayahnya pula yang berperan sebagai pelukis “tonil” panggung ketoprak, sedangkan ibunya adalah pemain ketoprak. Menamatkan pendidikannya di SD Kauman, SMP 2, SMA 4 Malang dan belajar melukis secara otodidak. Tahun 1966 hijrah ke Yogya bergabung dengan Sanggar Bambu ia berguru pada Kentardjo, Soenarto PR dan sastrawan Kirdjomulyo pada waktu itu.Sebelum jadi komikus, Teguh pernah bekerja sebagai illustrator di majalah mingguan. Rintisan karirnya telah dimulai sejak SMP kelas 2. Saat itu ia banyak melihat karya illustrator di majalah “Terang Bulan” dan majalah luar negeri. Sejak itu pula keinginan menjadi illustrator makin kuat. Perkenalannya dengan orang-orang media mengantarkan karya ilustrasinya menghiasi majalah Gelora, Si Kuntjung, dan Post Minggu.Dalam proses awalnya Teguh mengaku terpengaruh gaya ilustrasi Ekayana Siswoyo dan NasjahDjamin, sampai akhirnya dari proses waktu ke waktu ia temukan gaya sendiri. Lebih dari seratus judul komik telah ia garap. Beberapa diantaranya menggarap naskah SH Mintardja, Kho Ping Ho, RA Kosasih, Arswendo Atmowiloto.Di era 70-an karya komik roman sejarahnya “Sandhora” telah menempatkan namanya dalam jajaran komikus papan atas di Indonesia. Website komikindonesia.com mencatat 86 judul karya komiknya. Mencari Mayat Mat Pelor, Mat Romeo, Tambusa, trilogi Badai dan Asmara di Teluk Tiram, Kraman, Sang Nagasasra, Kuil Loncatan Setan, The Godfather 1800, El Maut di Mata Dewa, Tragedi Dua Asmarawan, Satria Kilat Kejora, Istana Darah, Gitanjali, Anyer Panarukan, Cokro Manggilingan, Suling Perak Naga Iblis, Gerombolan Barong Mataram, Pendekar Pilihan Dewa, Majapahit Membara adalah sebagian dari judul komik karya Teguh Santosa. Teguh pun terus bergerilya bersama teman-teman seperjuangannya Jan Mintaraga, Ganes TH, Djair, Wid NS, Hasmi, terus memanjakan penggemarnya.Tanpa disadari lewat karya-karyanya Teguh telah memberi satu citra kuat terhadap komiknya saat itu. Pergulatan dengan komik yang ditekuninya telah menjadi bagian penelitian Marcel Boneff (peneliti komik Indonesia dari Perancis). Saat pertama ia melakukan penelitian di Indonesia tahun 1974.Perjuangannya merasa dihargai dan mendapatkan tempat ketika penulisan Ensiklopedia Indonesia dimulai, namanya tercantum di bab komik.Perkenalannya dengan David Ross pelukis komik asal Canada tahun 1993 menyeretnya untuk hengkang bergabung dengan Marvel Comics (sindikasi komik terkemuka di AS dan komik Canada). Iapun terlibat di Gauntlet Comics, dapur pembuatan serial Conan, Spiderman, The Phunysher sebagai ‘ink-man’ dan karya cemerlangnya pun mulai diperhitungkan oleh Marvel Comics. Ia dipercaya menggarap serial Conan, Alibaba dan Piranha.Teguh telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk komik. Barangkali ia adalah “Ruh” komik di jagad seni rupa kita.Saat-saat terakhir hidupnya ia masih setia dengan kertas dan p...We have made it easy for you to find a PDF Ebooks without any digging. And by having access to our ebooks online or by storing it on your computer, you have convenient answers with Maestro of Darkness: Teguh Santosa 1942-2000. To get started finding Maestro of Darkness: Teguh Santosa 1942-2000, you are right to find our website which has a comprehensive collection of manuals listed.
Our library is the biggest of these that have literally hundreds of thousands of different products represented.
Pages
142
Format
PDF, EPUB & Kindle Edition
Publisher
Media Nusa Creative
Release
2016
ISBN
6026931007

Maestro of Darkness: Teguh Santosa 1942-2000

Unknown Author
4.4/5 (1290744 ratings)
Description: DAFTAR ISI:-Daftar isi-Kata pengantar Seno Gumira Ajidarma: Teguh Santosa Sepanjang Zaman-Kata pengantar Dhany ValiandraBAB 1-Serpihan Kenangan Menemani Bapak Sebagai Seorang Komikus oleh Dhany ValiandraMengintip Proses Kreatif Teguh SantosaKawah Candra Dimuka Sanggar Bambu..Buah Bibir PengakuanMelakonkan Cerita Komik di Tobong Ketoprak Siswo BudoyoMisteri Soundtrack Film di Komik Mencari Mayat Mat PelorTentang Komik “The Godfather” TeguhPerang Dingin Teguh Santosa vs Ganes THGalaxy Erotica Pengembaraan Sensual Seorang TeguhSensualisme Berujung PenjaraBAB 2- Teguh Santosa dan karya-karyanya oleh Dhany ValiandraMemuat daftar lengkap karya Teguh Santosa dan sampul komiknya.BAB 3-Mengingat-ingat Teguh Santosa (1942-2000) oleh SyarifuddinBAB 4- Guru dan Inspirator oleh Toni MasdionoBAB 5- Theresia Sandhora, Mat Pelor, dan Teguh Santosa oleh Abdul MalikBAB 6— Membaca “gelap-terang” Teguh Santosa oleh Iwan GunawanBAB 7- Teguh Santosa, Sang Raja Kegelapan oleh Bagus Ary WicaksonoBAB 8- Dokumentasi Penghargaan Untuk Teguh SantosaBAB 9- Profil Penulis, EditorPembaca yang Budiman,Buku itu memang menjawab banyak kerinduan dan kepenasaran penggemarnya; tetapi bagi yang baru mulai belajar kenal juga lebih dari memadai.Sangat istimewa pengungkapan kehidupan Teguh sebagai seniman cergam (Teguh tidak menggunakan istilah “komik”, tetapi “novel filmis”, sebelum terdengar istilah “novel grafis”), terutama proses kreatif dan gagasan-gagasan yang dipikirkannya, sejauh tercatat oleh putranya, Dhany Valiandra. Dari sanalah terbaca info yang tidak terlalu sering diketahui, seperti kedekatan Teguh Santosa dengan dunia ketoprak, sebagai bidang kerja artistik ayahandanya, Soemarmo Adji, yang ternyata merupakan pembentuk bagi kecenderungan naratif berlatar sejarah. (Teguh Santosa Sepanjang Zaman, Kata Pengantar Seno Gumira Ajidarma)Tentang Teguh SantosaKomikus Teguh Santosa lahir di Malang, 1 Februari 1942. Dari ayahnya Soemarmo Adji dan ibunya Lasiyem bakat seni menetes dalam darahnya. Kedua orang tuanya adalahpemilik group kesenian ketoprak tobong “ Krido Sworo” pada waktu itu. Ayahnya pula yang berperan sebagai pelukis “tonil” panggung ketoprak, sedangkan ibunya adalah pemain ketoprak. Menamatkan pendidikannya di SD Kauman, SMP 2, SMA 4 Malang dan belajar melukis secara otodidak. Tahun 1966 hijrah ke Yogya bergabung dengan Sanggar Bambu ia berguru pada Kentardjo, Soenarto PR dan sastrawan Kirdjomulyo pada waktu itu.Sebelum jadi komikus, Teguh pernah bekerja sebagai illustrator di majalah mingguan. Rintisan karirnya telah dimulai sejak SMP kelas 2. Saat itu ia banyak melihat karya illustrator di majalah “Terang Bulan” dan majalah luar negeri. Sejak itu pula keinginan menjadi illustrator makin kuat. Perkenalannya dengan orang-orang media mengantarkan karya ilustrasinya menghiasi majalah Gelora, Si Kuntjung, dan Post Minggu.Dalam proses awalnya Teguh mengaku terpengaruh gaya ilustrasi Ekayana Siswoyo dan NasjahDjamin, sampai akhirnya dari proses waktu ke waktu ia temukan gaya sendiri. Lebih dari seratus judul komik telah ia garap. Beberapa diantaranya menggarap naskah SH Mintardja, Kho Ping Ho, RA Kosasih, Arswendo Atmowiloto.Di era 70-an karya komik roman sejarahnya “Sandhora” telah menempatkan namanya dalam jajaran komikus papan atas di Indonesia. Website komikindonesia.com mencatat 86 judul karya komiknya. Mencari Mayat Mat Pelor, Mat Romeo, Tambusa, trilogi Badai dan Asmara di Teluk Tiram, Kraman, Sang Nagasasra, Kuil Loncatan Setan, The Godfather 1800, El Maut di Mata Dewa, Tragedi Dua Asmarawan, Satria Kilat Kejora, Istana Darah, Gitanjali, Anyer Panarukan, Cokro Manggilingan, Suling Perak Naga Iblis, Gerombolan Barong Mataram, Pendekar Pilihan Dewa, Majapahit Membara adalah sebagian dari judul komik karya Teguh Santosa. Teguh pun terus bergerilya bersama teman-teman seperjuangannya Jan Mintaraga, Ganes TH, Djair, Wid NS, Hasmi, terus memanjakan penggemarnya.Tanpa disadari lewat karya-karyanya Teguh telah memberi satu citra kuat terhadap komiknya saat itu. Pergulatan dengan komik yang ditekuninya telah menjadi bagian penelitian Marcel Boneff (peneliti komik Indonesia dari Perancis). Saat pertama ia melakukan penelitian di Indonesia tahun 1974.Perjuangannya merasa dihargai dan mendapatkan tempat ketika penulisan Ensiklopedia Indonesia dimulai, namanya tercantum di bab komik.Perkenalannya dengan David Ross pelukis komik asal Canada tahun 1993 menyeretnya untuk hengkang bergabung dengan Marvel Comics (sindikasi komik terkemuka di AS dan komik Canada). Iapun terlibat di Gauntlet Comics, dapur pembuatan serial Conan, Spiderman, The Phunysher sebagai ‘ink-man’ dan karya cemerlangnya pun mulai diperhitungkan oleh Marvel Comics. Ia dipercaya menggarap serial Conan, Alibaba dan Piranha.Teguh telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk komik. Barangkali ia adalah “Ruh” komik di jagad seni rupa kita.Saat-saat terakhir hidupnya ia masih setia dengan kertas dan p...We have made it easy for you to find a PDF Ebooks without any digging. And by having access to our ebooks online or by storing it on your computer, you have convenient answers with Maestro of Darkness: Teguh Santosa 1942-2000. To get started finding Maestro of Darkness: Teguh Santosa 1942-2000, you are right to find our website which has a comprehensive collection of manuals listed.
Our library is the biggest of these that have literally hundreds of thousands of different products represented.
Pages
142
Format
PDF, EPUB & Kindle Edition
Publisher
Media Nusa Creative
Release
2016
ISBN
6026931007
loader