Description:‘Neneknya’ Astérix kembali memberanikan diri menyajikan kumpulan sepuluh cerpen dan satu novelet. Kali ini saya sengaja memilih judul dalam bahasa Prancis - Canne à sucre – supaya calon pembaca bergegas mencari dan membeli bukunya. Rupanya neneknya Astérix mulai matré .... Ya dan tidak. Barangkali saya bukan termasuk seseorang yang langsung terpuruk, begitu mendapat kecaman atau kritikan tentang sesuatu yang saya kerjakan. Canne à sucre yang artinya tebu, adalah sebuah kata penampar menyakitkan ketika sebagai mahasiswa semester 1 saya ditunjuk menjadi pemandu wisata serombongan turis Prancis usia sepuh. Bisa dibayangkan penyebabnya. Kosa kata yang masih sangat terbatas. Dalam kenyataannya, ‘berkat’ Canne à sucre, keinginan untuk mempelajari bahasa Prancis mulai menggebu, tahap pemandu wisata abal-abal pun akhirnya terlampaui, berikutnya tahap mengajar, selanjutnya menerjemahkan, lalu menulis, mengulang kegemaran masa muda...Judul pertama Fosil membuat saya menghitung hari yang masih disisakan Tuhan untuk saya. Angsana berkisah tentang impian pasutri muda yang mendambakan kehijauan di rumahnya. While there’s still time, tentu saja bercerita apa yang sebaiknya dilakukan senyampang masih ada waktu. Di ruang tunggu, tokoh cerita dipermalukan karena sikapnya yang sok tua, sok akrab. Parfum, membatalkan hubungan lewat internet. Chailai, persahabatan yang terputus oleh pengalaman tak terduga. Gerarda, keakraban yang terjalin sepanjang hidup, bercanda, berduka, bersama. Kiblat di Lourdes, dari judulnya mudah diduga isi ceritanya. Huleg, apa pula itu? Canne à Sucre, tebu keramat. Cinta Lolola Kasih Natasha, hanya keledai yang mau terjerembab di lubang yang sama. Berharap Canne à Sucre dapat menularkan krenteg menolak perasaan rendah diri, dan mengubahnya menjadi perasaan menghargai diri sendiri. Di samping tentu saja mengiakan sebuah fakta, bahwa usia hanyalah angka. Tetap berkarya meski baru saja berulang warsa delapan puluh kurang dua ... Daripada terkena demensia, itu motto hidup saya.We have made it easy for you to find a PDF Ebooks without any digging. And by having access to our ebooks online or by storing it on your computer, you have convenient answers with Canne à Sucre. To get started finding Canne à Sucre, you are right to find our website which has a comprehensive collection of manuals listed. Our library is the biggest of these that have literally hundreds of thousands of different products represented.
Description: ‘Neneknya’ Astérix kembali memberanikan diri menyajikan kumpulan sepuluh cerpen dan satu novelet. Kali ini saya sengaja memilih judul dalam bahasa Prancis - Canne à sucre – supaya calon pembaca bergegas mencari dan membeli bukunya. Rupanya neneknya Astérix mulai matré .... Ya dan tidak. Barangkali saya bukan termasuk seseorang yang langsung terpuruk, begitu mendapat kecaman atau kritikan tentang sesuatu yang saya kerjakan. Canne à sucre yang artinya tebu, adalah sebuah kata penampar menyakitkan ketika sebagai mahasiswa semester 1 saya ditunjuk menjadi pemandu wisata serombongan turis Prancis usia sepuh. Bisa dibayangkan penyebabnya. Kosa kata yang masih sangat terbatas. Dalam kenyataannya, ‘berkat’ Canne à sucre, keinginan untuk mempelajari bahasa Prancis mulai menggebu, tahap pemandu wisata abal-abal pun akhirnya terlampaui, berikutnya tahap mengajar, selanjutnya menerjemahkan, lalu menulis, mengulang kegemaran masa muda...Judul pertama Fosil membuat saya menghitung hari yang masih disisakan Tuhan untuk saya. Angsana berkisah tentang impian pasutri muda yang mendambakan kehijauan di rumahnya. While there’s still time, tentu saja bercerita apa yang sebaiknya dilakukan senyampang masih ada waktu. Di ruang tunggu, tokoh cerita dipermalukan karena sikapnya yang sok tua, sok akrab. Parfum, membatalkan hubungan lewat internet. Chailai, persahabatan yang terputus oleh pengalaman tak terduga. Gerarda, keakraban yang terjalin sepanjang hidup, bercanda, berduka, bersama. Kiblat di Lourdes, dari judulnya mudah diduga isi ceritanya. Huleg, apa pula itu? Canne à Sucre, tebu keramat. Cinta Lolola Kasih Natasha, hanya keledai yang mau terjerembab di lubang yang sama. Berharap Canne à Sucre dapat menularkan krenteg menolak perasaan rendah diri, dan mengubahnya menjadi perasaan menghargai diri sendiri. Di samping tentu saja mengiakan sebuah fakta, bahwa usia hanyalah angka. Tetap berkarya meski baru saja berulang warsa delapan puluh kurang dua ... Daripada terkena demensia, itu motto hidup saya.We have made it easy for you to find a PDF Ebooks without any digging. And by having access to our ebooks online or by storing it on your computer, you have convenient answers with Canne à Sucre. To get started finding Canne à Sucre, you are right to find our website which has a comprehensive collection of manuals listed. Our library is the biggest of these that have literally hundreds of thousands of different products represented.